<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Missing Parts Of Life</title>
	<atom:link href="http://mpol.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpol.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2009 18:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mpol.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Missing Parts Of Life</title>
		<link>http://mpol.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mpol.wordpress.com/osd.xml" title="Missing Parts Of Life" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mpol.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Totalitas Dalam Bekerja</title>
		<link>http://mpol.wordpress.com/2009/02/28/totalitas-dalam-bekerja/</link>
		<comments>http://mpol.wordpress.com/2009/02/28/totalitas-dalam-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 18:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irwan Cheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[totalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpol.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia pekerjaan sangat diperlukan sebuah totalitas dalam bekerja. Namun apakah yang dimaksud dengan totalitas itu? Ada yang mengatakan bahwa hasil kerja ditentukan oleh totalitas. Ada juga yang mengatakan bahwa kerja keras sampai tidak tidur baru bisa disebut bekerja secara total. Taraf totalitas dalam bekerja bagi setiap orang memang berbeda-beda. Tetapi yang paling penting adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=30&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dunia pekerjaan sangat diperlukan sebuah totalitas dalam bekerja. Namun apakah yang dimaksud dengan totalitas itu? Ada yang mengatakan bahwa hasil kerja ditentukan oleh totalitas. Ada juga yang mengatakan bahwa kerja keras sampai tidak tidur baru bisa disebut bekerja secara total. Taraf totalitas dalam bekerja bagi setiap orang memang berbeda-beda. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana caranya untuk mencapai hasil yang total. Seringkali dasar seseorang bekerja hanyalah mencari uang walau pekerjaan itu tidak disukai sehingga dia tidak total dalam bekerja dan akhirnya mengalami stagnasi. Di samping itu, kadang kala totalitas bekerja sulit dicapai karena memiliki beberapa pekerjaan sehingga konsentrasinya tidak fokus. Hal-hal tersebutlah yang menjadi hambatan untuk menggapai impian.</p>
<p>Dimas Leimena, seorang <em>stage manager</em> dan <em>talent recruitment</em> mengatakan bahwa totalitas bukan diukur dari apa yang peroleh dari pekerjaan kita, tetapi dari apa yang mau kita capai dari pekerjaan kita. Untuk mencapai hasil yang total pertama-tama kita harus melakukan perkerjaan yang kita sukai. Karena jika kita bekerja tanpa atau setengah hati, pada akhirnya akan stres dan totalitas tidak akan tercapai. Lalu dari profesi tersebut kita tingkatkan kemampuan kita agar kita dapat semakin berkembang. Dia bercerita bahwa dulu pertama kali dia bekerja sebagai <em>stage crew</em> sehari 12 jam dan hanya memperoleh Rp. 50.000 setiap harinya di tahun 1994. Tetapi dia tidak merasa malu ataupun gengsi karena dia menyukai pekerjaannya dan dia bekerja secara total di profesi tersebut sehingga dia bisa menjadi seperti sekarang ini. “Jika kita memiliki beberapa pekerjaan, harus ada yang diprioritaskan dimana yang menjadi prioritas tersebut adalah perkejaan yang paling disukai. Tetapi lain halnya jika kita mampu me-manage waktu agar kita dapat fokus di seluruh pekerjaan tersebut. Karena jika tidak, kita tidak akan bisa total,” tambahnya.</p>
<p>Pendapat Dimas juga disetujui oleh seorang penulis skenario film layar lebar, Alim Sudio. “Selain harus bisa me-<em>manage</em> waktu, kita juga harus bisa me-<em>manage</em> orang. Dalam sebuah team work kadang kala kita kurang mempercayai anggota tim kerja sehingga kita tidak berani membagi tugas dan lebih memilih untuk mengerjakan semuanya sendiri dengan persepsi bahwa hasilnya akan bagus karena dikerjakan sendiri tapi akhirnya malah kacau,” ujarnya. Dulu dia bekerja di dua tempat, yaitu EKI (Eksotika Karmawibhangga Indonesia) dan sebuah PH (<em>Production House</em>). Tetapi karena excitement-nya ada di EKI, dia lebih total bekerja disana dibandingkan di PH tersebut yang hanya untuk tambahan income.</p>
<p>Memang tidak dipungkiri bahwa semua orang membutuhkan uang. Tapi jangan menjadikan hal itu sebagai hambatan dalam totalitas bekerja apalagi kalau pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan interest. Kita tidak boleh membatasi usaha bekerja kita sesuai dengan nilai penghasilan yang diperoleh karena nantinya hanya akan pindah-pindah pekerjaan dengan alasan bosan karena jenis pekerjaannya bukan yang dia sukai dan penghasilan yang diperoleh tidak sesuai dengan keinginan. Lebih baik kita melakukan pekerjaan yang sesuai dengan interest kita walau penghasilan kecil karena jika kita sudah senang di bidang tersebut, kita mampu bekerja secara total sehingga hasil pekerjaan juga sangat memuaskan dan itu akan berpengaruh pada peningkatan tingkat pekerjaan dan penghasilan nantinya serta pencapaian impian kita masing-masing.</p>
<p>Sumber: Hasil pertemuan Pro-M DKI Jakarta, Februari 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mpol.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mpol.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mpol.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mpol.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mpol.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mpol.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mpol.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mpol.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mpol.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mpol.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mpol.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mpol.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mpol.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mpol.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=30&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpol.wordpress.com/2009/02/28/totalitas-dalam-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Irwan Cheung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis Mocok-Mocok, Cocok Di Tengah Krisis?</title>
		<link>http://mpol.wordpress.com/2009/01/24/bisnis-mocok-mocok-cocok-di-tengah-krisis/</link>
		<comments>http://mpol.wordpress.com/2009/01/24/bisnis-mocok-mocok-cocok-di-tengah-krisis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 09:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irwan Cheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[mocok]]></category>
		<category><![CDATA[pp408010916]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpol.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Dunia memang sedang mengalami krisis global. Dampak paling nyata adalah PHK besar-besaran di perusahaan besar yang collapse. Banyak perusahaan yang  sudah lama berdiri di amerika sekalipun, terpaksa diambil alih oleh pemerintah karena sudah tidak sanggup lagi bertahan. Demikian juga halnya di Indonesia. Banyak karyawan perusahaan yang terpaksa di-PHK maupun dirumahkan untuk sementara waktu lantaran perusahaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=5&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia memang sedang mengalami krisis global. Dampak paling nyata adalah PHK besar-besaran di perusahaan besar yang collapse. Banyak perusahaan yang  sudah lama berdiri di amerika sekalipun, terpaksa diambil alih oleh pemerintah karena sudah tidak sanggup lagi bertahan. Demikian juga halnya di Indonesia. Banyak karyawan perusahaan yang terpaksa di-PHK maupun dirumahkan untuk sementara waktu lantaran perusahaan tempat kerjanya bangkrut. Hal ini menambah angka pengangguran dan membuat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Memaksa kita untuk mau tidak mau harus berpikir  kerasa an pintar melihat kesempatan yang ada.</p>
<p>Kondisi seperti ini sudah pasti akan semakin menambah subur munculnya profesi yang sudah sekian lama ‘digemari’, Profesi pebisnis mocok-mocok. Istilah ini memang dikenal akrab di daerah Medan, tapi sebenarnya dilakukan oleh banyak orang di seluruh nusantara. Apa sebenarnya yang dimaksud bisnis mocok-mocok? Sederhananya adalah kerja serabutan, pokoknya mengambil bisnis yang memang sedang menguntungkan. Seseorang tidak lagi mempedulikan apa keahliannya yang sebenarnya. Setiap ada usaha yang memungkinkan untuk menghasilkan keuntungan (besar) pasti langsung diambil. Banyak alasan yang dikeluarkan oleh mereka. Ada yang bilang, karena gaji dari satu pekerjaan saja sudah tidak mencukupi untuk zaman sekarang. Ada juga yang beralasan bahwa setiap melihat kesempatan mendapatkan keuntungan yang harus diambil, apapun usaha itu.</p>
<p>Seperti misalnya Bapak Beng-Beng, 46 tahun, bukanlah nama sebenarnya. Sudah banyak pekerjaan yang pernah digeluti olehnya. Yang terakhir adalah sebagai sales sebuah perusahaan komunikasi. Dia mulai bekerja disana 2 tahun yang lalu dan semuanya baik-baik saja sampai 3 bulan yang lalu. Omsetnya menurun sehingga otomatis mempengaruhi pendapatannya. Mau tidak mau, dia mencoba untuk menerima tawaran kerjaan dari teman-temannya. Dia pernah mencoba menjual dompet, batu gerinda, bahkan sampai menarik becak, menjadi mc pernikahan dan lain-lainnya. Pokoknya kalau ada kesempatan akan dia ambil tanpa memperhitungkan prospek ke depannya. “Sebenarnya saya ingin lebih profesional dan mendalami satu pekerjaan saja. Tapi apa boleh buat, keadaan sekarang yang serba susah tidak memungkinkan. Belum lagi setiap 2-3 tahun usaha saya selalu mandeg dan mengalami kesulitan,” ungkapnya sedih, bingung bercampur pusing.</p>
<p>Lain lagi halnya dengan Wen-Wen, bukan nama sebenarnya, yang juga senang melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Sekarang dia bekerja di bagian accounting di perusahannya. Selain pekerjaan tetapnya, dia juga berjualan aksesori, pakaian, dan makanan ringan. Memang pertamanya dia bekerja sampingan untuk menambah pendapatan. Tapi lama-kelamaan dia sendiri juga seang dan enjoy. Bosnya juga mendukung karyawannya asal pekerjaan kantor tidak terbengkalai. Menurutnya, sebisa mungkin setiap kesempatan yang bisa menghasilkan keuntungan akan dia ambil, entah itu dia menguasainya atau tidak. “Saya melakukan itu bukan hanya untuk menambah pendapatan, tapi juga untuk bisa menambah teman dam memperluas networking donk,” ujarnya pede.</p>
<p>Banyak orang yang bilang, lebih baik kalau kita berbisnis di satu fokus tertentu, jangan hanya asal ada keuntungan secara finansial lalu apa saja dikerjakan. Melihat fenomena diatas, dimanakah salahnya melakukan bisnis mocok-mocok?</p>
<p>Mocok-mocok itu sama seperti menggali sumur yang dangkal, ketika ketemu air dia berhenti dan menikmati. Setelah air di sumur itu habis, dia akan pindah cari sumur yang lain dan terus melakukan hal yang sama. Berbeda dengan orang yang menggali sumur yang dalam, sampai ketemu sumber air yang besar dan jernih. Orang yang melakukan bisnis atau pekerjaan  mocok-mocok hanya akan berakhir dengan kesedihan. Suatu saat nanti, ketika kita sudah tua jadinya akan penuh penyesalan karena kita sudah tidak punya tenaga dan skill dan gak bisa ngapa-ngapain karena kita gak punya skill atau keahlian tertentu. Namun bukan berarti juga orang tidak boleh pindah-pindah bidang usahanya. Berbeda dengan mocok-mocok, pindah bidang usaha hanya dilakukan bila di bidang yang sedang digeluti sekarang sudah mentok, alias tidak bisa berkembang lagi. Tapi… memang ada tempat yang tidak bisa kita gali terus karena memang tidak ada airnya. Itu sama seperti kita sudah bekerja keras tapi gak ada kemajuan yang berarti, berarti kita memang gak cocok di bidang tersebut. Tapi kalu kita belum mencoba habis-habisan, berarti kita belum mentok.</p>
<p>Seorang pria bernama Alex pernah menceritakan sedikit kisah usahanya hingga bisa sukses seperti sekarang. “Dulu usaha saya juga mocok-mocok. Waktu saya mulai usaha dulu, dagang apa saja saya jalankan asal bisa menghasilkan uang. Mulai dari usaha celana dalam perempuan, korek api, kosmetik, sampai agen hair tonic. Lakunya memang cepat dan keuntungannya menggiurkan. Dalam 2 minggu saya bisa dapat uang di tangan bisa 2-3 juta, zaman itu,” kenangnya. Namun semuat itu tidak membuat pak Alex puas. Melainkan berpikir tidak mau lagi menjalankan usaha seperti itu yang menurutnya itu sebenarnya bukan berusaha, taoi hanya jadi tukang catut atau tukang cari untung.</p>
<p>“Ibu saya bilang, kalau saya melakukan seperti itu terus, saya gak akan kemana-mana. Karena semua orang bisa melakukannya. Saya setuju dengannya. Saya harus fokus dan mulai berpikir untuk berusaha dengan membangun industri sendiri, yang memang saya senang dan menguasainya,” tambahnya. “Karena saya senang dengan kosmetik dan kimia, saya akhirnya memutuskan untuk terjun di usaha itu. Memang gak langsung sukses, saya juga jatuh bangun. Tapi saya percaya, kalau saya berusaha keras pasti usaha deodorant ini bisa sukses,” ujarnya mantap.</p>
<p>“Sekarang kita harus merubah pola pikir. Ada pepatah bilang, usaha yang bagus tuh modalnya (termasuk kerja) kecil dan menghasilkan untung yang besar. Saya gak setuju. Saya punya prinsip usaha yang benar adalah modal (cara kerja) besar walaupun untungnya kecil. Karena dengan begitu, lama-lama untungnya akan menjadi besar dengan sendirinya,” begitulah tips kiat sukses Pak Alex.</p>
<p>Sumber : Prajna Pundarika No. 408, Januari 09</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mpol.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mpol.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mpol.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mpol.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mpol.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mpol.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mpol.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mpol.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mpol.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mpol.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mpol.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mpol.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mpol.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mpol.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=5&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpol.wordpress.com/2009/01/24/bisnis-mocok-mocok-cocok-di-tengah-krisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Irwan Cheung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romance</title>
		<link>http://mpol.wordpress.com/2009/01/24/romance/</link>
		<comments>http://mpol.wordpress.com/2009/01/24/romance/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 09:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irwan Cheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[pp408010902]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpol.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Untuk bisa merasa bahagia di zaman sekarang ini, kelihatannya rumit sekali. Padahal syaratnya sederhana, minimal ada dua orang dan ada romance. Dulu ada dua anak kecil sedang bermain di luar rumah. Mereka membawa beberapa kotak korek api kosong dan mulai menumpuknya. Saat kotak-kotak tersebut terjatuh, mereka tertawa. Kemudian mereka menyusunnya lagi dengan gaya yang berbeda, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=3&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Untuk bisa merasa bahagia di zaman sekarang ini, kelihatannya rumit sekali. Padahal syaratnya sederhana, minimal ada dua orang dan ada romance.</strong></p>
<p>Dulu ada dua anak kecil sedang bermain di luar rumah. Mereka membawa beberapa kotak korek api kosong dan mulai menumpuknya. Saat kotak-kotak tersebut terjatuh, mereka tertawa. Kemudian mereka menyusunnya lagi dengan gaya yang berbeda, dan meruntuhkannya kembali. Saat yang satu tertawa, yang lain juga tertawa. Sesederhana itu mereka bisa tertawa dan merasa bahagia.</p>
<p>Makin dewasa, kita butuh banyak syarat agar bisa bahagia. Butuh Blackberry, mobil, rumah, dan lain-lain. Orang lebih senang yang nyata dan praktis. Tanpa sadar, jangkauan pemikiran kita semakin pendek. Semestinya pola pikir seperti ini hanya dimiliki wanita. Tapi sekarang, baik pria maupun wanita cara berpikirnya sama. Semuanya cenderung praktis. Makanya tidak heran, jika banyak orang yang susah bermimpi, karena impian adalah sesuatu yang tidak praktis dan kelihatannya tidak realistis. Preseiden yang sekarang banyak disenangi orang adalah yang bisa menjanjikan angka-angka. Berapa angka pertumbuhan ekonomi yang bisa ia tawarkan? Berapa angka pengangguran yang mampu ia turunkan? Tapi apa cita-cita bersama bangsa ini, tidak banyak yang peduli.</p>
<p>Dulu orang-orang Indonesia punya satu impian, yaitu ingin Indonesia merdeka dari penjajahan. Kita pun punya kebanggaan sebagai sebuah bangsa pada waktu itu. Bukan hanya di Indonesia saja, saya rasa di seluruh di Indonesia juga begitu. Sekarang ini rasanya perang dunia tidak akan pernah terjadi lagi, seperti dulu perang dunia ke-1 dan ke-2. Orang-orang tidak punya cukup idealisme untuk bersatu dan berperang. Tentara Amerika pun mau menyerang Irak karena bayarannya besar, bukan karena ada idealisme atau cita-cita yang besar.</p>
<p>Dalam keluarga, pemikiran-pemikiran praktis ini pun masih mendominasi. Anak-anak didorong untuk belajar yang praktis dan berguna untuk menghasilkan uang, banyak yang berpikir, tidak perlu lah.. belajar seni atau juga sastra. Kecuali kedua hal itu bisa menghasilkan uang. Padahal dari kesenia, lahirlah impian-impian besar, yang mungkin rasanya terlalu mengawang-awang. Lewat karya sastra misalnya, orang sudah bermimpi pergi ke bulan, jauh sebelum Neil Armstrong meninjakkan kakinya di bulan. Manusia mulai berpikir praktis sejak revolusi industri berhasil di Inggris. Sejak saat itu mulai banyak penemuan-penemuan yang membuat hidup manusia semakin mudah. Ini tentu bagus untuk kehidupan manusia. Namun manusia malah menjadi manja, terlalu tergantung pada alat-alat. Kebutuhan terhadap orang lain malah berkurang.</p>
<p>Ketika manusia lebih membutuhkan alat dibandingkan manusia lainnya, di situlah ia kehilangan kemampuan untuk mencintai. Sehingga rasanya kehidupan sekarang ini makin kehilangan romance-nya. Saat manusia tidak bergairah untuk mencintai, perlahan tapi pasti, peradaban akan musnah. Buktinya saja, pemerintah Singapura panik ketika mayoritas warganya merasa bahwa punya anak itu merepotkan. Jadi lebih praktis tida usah punya anak saja, daripada harus menambah beban hidup. Maka untuk mengatasi ini, pemerintah mendorong film-film dan karya seni lainnya yang mendorong orang untuk ingin merasakan romance. Mereka baru menyadari, ada bahay yang lebih besar dibandingkan kelesuan ekonomi, yaitu kelesuan untuk saling mencintai.</p>
<p>Manusia dilahirkan dengan panca indera yang sangat canggih untuk berkomunikasi. Sehingga ketika orang tidak bisa lagi berteman dan mencintai orang lain, sebenarnya itu penderitaan yang paling berat. Hukuman terberat bagi seorang penjahat adalah ketika ia harus diisolasi dalam penjara sendirian. Mungkin kelihatannya ia mendapat keistimewaan karena bisa sendirian dalam sel. Namun ketika sendirian dan tidak  bisa berhubungan dengan manusia lain inilah penderitaan yang paling hebat.<br />
Romance itu suasana. Bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Untuk bisa menciptakan romance, yang dibutuhkan hanyalah orang-orang yang merasa kebersamaan mereka lebih penting dibandingkan apapun juga. Merasa bahwa bisa mencintai orang lain, jauh lebih berarti dibandingkan apapun juga. Keberhasilan seorang manusia bukanlah diukur semata-semata dari seberapa besar atau seberap banyak karya yang ia buat. Ada orang yang sukses menciptakan terobosan-terobosan hebat bagi kehidupan manusia, namun tetap saja merasa stres dan kesepian. Kesuksesan yang ia lakukan hanya untuk membuktikan diri bahwa ia lebih hebat dari orang-orang yang lainnya. Dasarnya bukan karena cinta atau sayang. Padahal sebenarnya, hubungan yang paling indah adalah hubungan yang berdasarkan rasa percaya. Percaya bahwa segala sesuatu dilakukan atas rasa sayang.</p>
<p>Orang-orang di dunia ini selalu digerakkan oleh kisah-kisah cinta. Sejarah membuktikan bahwa kisah-kisah legendaris dan menjadi inspirasi sepanjang masa adalah kisah cinta, bukan kisah perang, kisah kesuksesasn atau apapun juga. Misalnya saja kisah Romeo and Juliet atau Sampek-Eng-Tay.Kisah-kisah ini membuktikan bahwa to love sombody means more than anything. Uang memang perlu, namun tidak akan berarti jika tidak ada romance, uang akan sia-sia, jika hubungan di antara dua orang itu tidak ada rasa percaya bahwa mereka saling mencintai. Percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan orang lain kepadanya itu karena sayang.</p>
<p>Ini memang tidak gampang. Dalam hubungan suami istri saja proses ini terus turun naik. Namun jika bisa membangun hubungan seperti itu, barulah kita bisa merasakan indahnya hidup sebagai manusia. Dari suasana romance inilah, impian-impian yang besar akan muncul.</p>
<p>Sumber : Prajna Pundarika No. 408, Januari 09</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mpol.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mpol.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mpol.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mpol.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mpol.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mpol.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mpol.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mpol.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mpol.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mpol.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mpol.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mpol.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mpol.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mpol.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=3&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpol.wordpress.com/2009/01/24/romance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Irwan Cheung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Welcome To MPOL</title>
		<link>http://mpol.wordpress.com/2009/01/20/welcome-to-mpol/</link>
		<comments>http://mpol.wordpress.com/2009/01/20/welcome-to-mpol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 17:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irwan Cheung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpol.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di blog MPOL aka. Missing Parts Of Life. Ini merupakan blog yang berisi fenomena ataupun pengalaman hidup seseorang yang dapat menjadi inspirasi untuk kita semua. Untuk 2 post pertama adalah artikel yang saya peroleh dari majalah Prajna Pundarika, sebuah majalah agama Buddha. Kepada pihak redaksi Prajna Pundarika, saya memohon ijin untuk mempublikasi kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=23&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di blog MPOL aka. Missing Parts Of Life.<br />
Ini merupakan blog yang berisi fenomena ataupun pengalaman hidup seseorang yang dapat menjadi inspirasi untuk kita semua.</p>
<p>Untuk 2 post pertama adalah artikel yang saya peroleh dari majalah <strong>Prajna Pundarika</strong>, sebuah majalah agama Buddha. Kepada pihak redaksi Prajna Pundarika, saya memohon ijin untuk mempublikasi kedua artikel anda yang menurut saya akan sangat berguna untuk para pembaca disini. Jika anda kurang berkenan, silahkan langsung hubungi saya di 081-7722-***.</p>
<p>N.B. Tentunya beberapa pihak redaksi sudah mengenal saya, jadi sudah punya nomor saya juga kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Regards,</p>
<p>Irwan Cheung</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mpol.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mpol.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mpol.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mpol.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mpol.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mpol.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mpol.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mpol.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mpol.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mpol.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mpol.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mpol.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mpol.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mpol.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mpol.wordpress.com&amp;blog=6299893&amp;post=23&amp;subd=mpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpol.wordpress.com/2009/01/20/welcome-to-mpol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Irwan Cheung</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
